Stategi Pembelajaran (Laporan bacaan)
Assamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh…
Bismillah….Hallo
semuanya, Alhamdulillah kita masih diberikan kenikmatan sehat walafiat semoga
kita. Kali ini saya akan menulisakan lagi blog dengan tema Perangkat
Pembelajaran
Untuk kamu
(Pembaca) terima kasih telah menyempatkan waktu untuk membaca blog ini dan
semoga apa yang saya tulis di blog ini bermanfaat untuk kita semua. Terima
KasihJ
Proses belajar terjadi karena adanya
interaksi antara siswa dengan lingkungannya. Oleh karena itu, lingkungan perlu
diatur sedemikian rupa sehingga timbul reaksi siswa ke arah perubahan perilaku
yang diinginkan. Pengaturan lingkungan tersebut, meliputi analisis kebutuhan
siswa, karakteristik siswa, perumusan tujuan, penentuan materi pelajaran,
pemilihan strategi yang sesuai, serta media pembelajaran yang diperlukan. Jadi,
strategi pembelajaran merupakan salah satu unsur yang penting dipahami oleh
guru. Strategi pembelajaran disusun berdasarkan suatu pendekatan tertentu. Oleh
karena itu, sebelum diuraikan tentang strategi pembelajaran, terlebih dahulu akan
dikemukakan pengertian pendekatan. Secara berturut-turut berikut ini akan
dikemukakan pengertian-pengertian tentang pendekatan, strategi, metode, dan
teknik dalam pembelajaran.
Pencapai tujuan pembelajaran
tertentu.Strategi pembelajaran juga dapat diartikan sebagai pola kegiatan pembelajaran
yang dipilih dan digunakan guru secara kontekstual, sesuai dengan karakteristik
siswa, kondisi sekolah, lingkungan sekitar serta tujuan khusus pembelajaran
yang dirumuskan. Gerlach & Ely (1980) juga mengatakan bahwa perlu adanya
kaitan antara strategi pembelajaran dengan tujuan pembelajaran, agar diperoleh
langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang efektif dan efisien. Strategi
pembelajaran terdiri dari metode dan teknik (prosedur) yang akan menjamin bahwa
siswa akan betul-betul mencapai tujuan pembelajaran. Kata metode dan teknik
sering digunakan secara bergantian. Gerlach & Ely (1980) mengatakan bahwa
teknik (yang kadangkadang disebut metode) dapat diamati dalam setiap kegiatan
pembelajaran. Teknik adalah jalan atau alat (way or means) yang digunakan oleh
guru untuk mengarahkan kegiatan siswa ke arah tujuan yang akan dicapai. Guru yang
efektif sewaktu-waktu siap menggunakan berbagai metode (teknik) dengan efektif
dan efisien menuju tercapainya tujuan. Metode, menurut Winarno Surakhmad (1986)
adalah cara, yang di dalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai suatu
tujuan. Hal ini berlaku baik bagi guru (metode mengajar) maupun bagi siswa
(metode belajar). Makin baik metode yang dipakai, makin efektif pula pencapaian
tujuan. Namun, metode kadang-kadang dibedakan dengan teknik. Metode bersifat prosedural,
sedangkan teknik lebih bersifat implementatif, maksudnya merupakan pelaksanaan
apa yang sesungguhnya terjadi (dilakukan pembelajaran. Untuk lebih memperjelas
perbedaan tersebut, ikutilah contoh berikut.
Dalam suatu Satuan Acara Perkuliahan
(SAP) untuk mata kuliah “Metode-metode Mengajar bagi Mahasiswa Program Akta
Mengajar”, terdapat suatu rumusan tujuan khusus pembelajaran sebagai berikut “Mahasiswa
calon guru diharapkan dapat mengidentifikasi minimal empat bentuk diskusi
sebagai metode mengajar”. Strategi yang dipilih untuk mencapai tujuan tersebut,
misalnya:
a.
Mahasiswa
diminta mengemukakan empat bentuk diskusi yang pernah dilihatnya, secara
kelompok.
b.
Mahasiswa
diminta membaca dua buah buku tentang bentuk-bentuk diskusi dari beberapa buku.
c. Mahasiswa diminta
mendemonstrasikan cara-cara berdiskusi sesuai dengan bentuk yang dipelajari,
sedangkan kelompok yang lain mengamati sambil mencatat kekurangan-kekurangannya
untuk didiskusikan setelah demonstrasi selesai.
Mahasiswa diharapkan mencatat hasil
diskusi kelas. guru) untuk mencapai tujuan. Contohnya, guru A dan guru B
sama-sama menggunakan metode ceramah, keduanya mengetahui bagaimana prosedur pelaksanaan
metode ceramah yang efektif, tetapi hasil guru A berbeda dengan guru B karena
teknik pelaksanaannya yang berbeda. Jadi, tiap guru mempunyai teknik yang
berbeda dalam melaksanakan metode yang sama. Marilah kita tinjau kembali
pengertian strategi yang telah diuraikan tersebut di atas. bahwa strategi
terdiri dari metode dan teknik atau prosedur yang menjamin siswa mencapai
tujuan. Dari uraian tersebut jelaslah bahwa strategi pembelajaran lebih luas
daripada metode dan teknik pembelajaran. Metode dan teknik pembelajaran
merupakan bagian dari strategi
Teori Yang Melandasi Strategi
Pembelajaran
Crowl, Kaminsky & Podell (1997)
mengemukakan tiga pendekatan yang mendasari pengembangan strategi pembelajaran.
Pertama, Advance Organizers dari Ausubel, yang merupakan pernyataan pengantar
yang membantu siswa mempersiapkan kegiatan belajar baru dan menunjukkan hubungan
antara apa yang akan dipelajari dengan konsep atau ide yang lebih luas. Kedua,
Discovery learning dari Bruner, yang menyarankan pembelajaran dimulai dari
penyajian masalah dari guru untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam
menyelidiki dan menentukan pemecahannya. Ketiga, peristiwa-peristiwa belajar
dari Gagne.
Berbagai Jenis Strategi Pembelajaran
Burdon & Byrd (1999)
mengemukakan beberapa strategi yang dapat
dipilih guru dalam pembelajaran,
yaitu sebagai berikut.
1.
Strategi
Deduktif - Induktif
Dengan strategi pembelajaran deduktif, pembelajaran dimulai dengan
prinsip yang diketahui ke prinsip yang tidak diketahui. Dengan
strategi
pembelajaran induktif, pembelajaran dimulai dari prinsip-prinsip
yang tidak
diketahui ke prinsip-prinsip yang diketahui. Perbedaan antara
keduanya
dicontohkan sebagai berikut guru mengajar konsep “topic sentence”,
guru
yang menggunakan pendekatan deduktif meminta pebelajar membaca
definisi “topic sentence”. Kemudian, guru memberikan contoh-contoh
topic
sentence dan mengakhiri pelajaran dengan meminta pebelajar menulis
kalimat topiknya sendiri. Selanjutnya, guru dapat mereviu kalimat
tersebut
dan memberikan balikan Kekuatan strategi deduktif ini berpusat pada
strategi
pembelajaran yang menghubungkan antara contoh guru dan tugas
pebelajar.
Walaupun koran merupakan media yang bagus digunakan untuk pelajaran
topic sentence.
Guru yang
menggunakan pendekatan induktif mungkin memberikan
contoh paragraf dengan penekanan pada topic sentence. Dengan
strategi ini,
guru tidak menceritakan pada awal ketika pebelajar mempelajari
topic
sentence atau guru tidak memberikan definisinya, tetapi pada
akhirnya
pebelajar akan menemukan sendiri apa yang dimaksud dengan “topic
sentence”.
2.
STRATEGI
EKSPOSITORI LANGSUNG DAN BELAJAR TUNTAS
Strategi belajar tuntas didasarkan pada keyakinan bahwa semua
pebelajar dapat menuntaskan bahan yang diajarkan jika
kondisi-kondisi
pelajaran disiapkan untuk itu. Kondisi-kondisi tersebut meliputi
pebelajar
diberi waktu belajar yang cukup, ada balikan untuk penampilannya,
program
pembelajaran individual, berkaitan dengan porsi materi yang tak
dikuasai
pada pembelajaran awal, dan kesempatan menunjukkan ketuntasan
setelah
mendapat remediasi.
a.
Pembelajaran
Langsung
Pembelajaran
langsung memiliki 4 komponen, yaitu (a) penentuan tujuan yang jelas, (b)
pembelajaran dipimpin guru, (c) monitoring hasil belajar yang cermat, dan (d)
metode organisasi dan pengelolaan kelas. Pembelajaran langsung efektif karena
didasarkan pada prinsip-prinsip belajar behaviouristik, seperti menarik
perhatian pebelajar, penguatan respons pebelajar, menyediakan balikan korektif,
dan melakukan respons-respons yang betul. Hal ini juga cenderung meningkatkan
waktu belajar
b.
Pembelajaran
Eksplisit
Pembelajaran
eksplisit menuntut guru untuk memberi perhatian kepada pebelajar, memberi
penguatan atas respons yang benar, menyediakan balikankepada pebelajar tentang
kemajuannya, dan meningkatkan jumlah waktu yang digunakan pebelajar untuk
mempelajari materi.
c.
Belajar
Tuntas
Belajar tuntas melibatkan
pembelajaran tradisional berbasis kelompok dan remediasi individual serta
pengayaan. Model ini memiliki kegiatan-kegiatan guru pada tingkat tinggi. Guru
mendiagnosis kemampuan-kemampuan pebelajar, kemudian mempreskripsi
kegiatan-kegiatan individual. Belajar tuntas menekankan pada hal-hal (a)
fleksibel/belajar yang menstrukturkan waktu dengan materi, (b)
diagnostik/pembelajaran preskriptif, dan (c) melengkapi keberhasilan seluruh
tujuan oleh semua pebelajar. Pembelajaran yang sesuai dan waktu, merupakan dua
kunci utama belajar tuntas.
d.
Ceramah
dan Demonstrasi
Ceramah dan
demonstrasi, merupakan suatu strategi pembelajaran dengan kegiatan guru
menyampaikan fakta-fakta dan prinsip-prinsip, sedangkan pebelajar membuat
catatan-catatan. Mungkin hanya sedikit atau tak ada partisipasi pebelajar dengan
pertanyaan atau diskusi. Ceramahceramah dapat digunakan untuk mendesiminasi
informasi dalam waktu singkat, menjelaskan ide-ide yang sukar, mendorong
pebelajar untuk belajar, menyajikan informasi dengan suatu cara tertentu atau
menyelesaikannya untuk kelompok khusus atau untuk menjelaskan tugas belajar.
e.
Demonstrasi
Demonstrasi
sama dengan ceramah dalam hal komunikasi langsung dan pemberian informasi dari
guru kepada pebelajar. Demonstrasi melibatkan pendekatan visual untuk menguji
proses, informasi, ide-ide. Demonstrasi ini membolehkan pebelajar melihat guru
sebagai pebelajar aktif dan model. Pebelajar dapat mengobservasi sesuatu yang
riil dan bagaimana cara bekerjanya. Mungkin berupa demonstrasi murni,
demonstrasi dengan komentar atau demonstrasi partisipatif dengan pebelajar.
Dalam banyak kasus, guru mendemonstrasikan kegiatan tertentu atau kegiatan awal
yang meminta pebelajar melakukannya secara individual. Bagi kebanyakan pebelajar,
demonstrasi guru ini dianggap sebagai contoh suatu kegiatan.
f.
Pertanyaan-pertanyaan
dan Resitasi
Apabila guru
menggunakan pertanyaan, pertimbangkan tingkatpertanyaan, dan penggunaan pertanyaan
konvergen dan divergen, jenis pertanyaan, dan cara menyusun pertanyaan.
g.
Resitasi
Resitasi
termasuk pertanyaan guru secara lisan tentang materi yang telah dipelajari.
Guru mungkin memakai resitasi sebagai suatu cara untuk mendiagnosis kemajuan
pebelajar.
h.
Praktik
dan Latihan (Drill)
Praktik,
termasuk memeriksa materi yang telah dipelajari. Praktik diharapkan untuk
konsolidasi, klarifikasi, dan menekankan pada materi yang telah dipelajari.
Kegiatan praktik lebih bermakna apabila waktunya longgar (tak hanya satu hari
setelah tes).
i.
Reviu
Reviu merupakan
kesempatan bagi pebelajar melihat suatu topik pada waktu yang lain. Reviu
berbeda dengan praktik dan latihan. Reviu tidak memerlukan teknik latihan.
Reviu dapat berbentuk (a) rangkuman pada akhir pelajaran atau unit atau pada
akhir suatu bab, (b) kuis, (c) garis besar, (d) diskusi, dan (e) tanya jawab
atau strategi yang lain.
j.
Diskusi
Kelas secara Keseluruhan
Diskusi kelas
secara keseluruhan (satu kelas sebagai satu kelompok) pada umumnya kurang
eksplisit dan lebih berpusat pada guru daripada strategi-strategi pembelajaran
yang diuraikan di atas. Strategi ini mungkin berupa petunjuk guru atau
bimbingan kepada kelas diatur dengan rentangan dari formal ke informal, dengan
guru memiliki peran dari dominan ke tidak dominan.
Sumber bacaan :
Strategi Pembelajaran
Penulis: Prof.
Dr. Sri Anitah W.
Komentar
Posting Komentar