Manajemen sekolah (Laporan bacaan)

Assamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Bismillah….Hallo semuanya, Alhamdulillah kita masih diberikan kenikmatan sehat walafiat semoga kita. Kali ini saya akan menulisakan lagi blog dengan tema Manajemen Sekolah

Untuk kamu (Pembaca) terima kasih telah menyempatkan waktu untuk membaca blog ini dan semoga apa yang saya tulis di blog ini bermanfaat untuk kita semua. Terima KasihJ

Manajemen sekolah sudah ada sejak tahun 1998 sampai sekarang, pada era globalisasi telah membawa  perubahan mendasar dalam berbagai segi kehidupan berbangsa dan bernegara di indonesia termasuk dalam bidang pendidikan. Salah satu peruabahan mendasar yang terjadi adalah perubahan pada manajemen negara/ pemerintahan, yaitu dari manajemen berbasisi pusat menajdi manajemen berbasisis daerah.

Secara resmi, perubahan manajemen ini juga telah di atur dalam undang-undang Republik Indonesia No. 22 tahun 1999 yang di sempurnakan dengan Undang-Undang RI Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-Undang RI Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Natara Pemerintahan Pusat dan Pemerintahan daerah.

Secara bahasa kata Manajemen berasal dari bahasa latin, yaitu dari kata manus yang memiliki arti tangan dan agere yang berarti melakukan. Selanjutnya manus dan agere digabung menjadi kata managere yang artinya menangani. Dalam bahasa Indonesia manajemen disamakan dengan pengelolaan (Samino, 2010:19). Secara istilah para ilmuwan memberikan definisi tentang manajemen berbeda - beda, namun secara isi dan substantif hampir sama. Berikut ini akan diberikan beberapa definisi tentang manajemen

 

Manajemen menurut (Sergiovanni ddk, 1987) Process of working with and through others to accomplish organizational goals efficiently. Manajemen juga memiliki metode yang digunakan administrator dalam melaksanakan tugas-tugas tertentu untuk mencapai tujuan tertentu.

Dari beberapa pendapat para ahli penulis mendefinisikan manajemen sebagai sebuah tindakan yang terencana dengan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam waktu tertentu. Aplikasi manajemen dalam sebuah pengelolaan adalah dijabarkan dalam beberapa fungsi. Menurut G.R. Terry terdapat empat fungsi manajemen, yaitu: (1) planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), actuating (pelaksanaan), dan controlling (pengawasan). Hampir sama yang kemukakan oleh H.E Mulyasa yang menurutnya fungsi pokok manajemen adalah perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pembinaan (H.E Mulyasa, 2007:231). Sedangkan menurut Henry Fayol terdapat lima fungsi dari manajemen meliputi, planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), commanding (pengaturan), coordinating (pengkoordinasian), serta yang terakhir controlling (pengawasan). Sementara pendapat dari Harold Koontz dan Cyril O’ Donnel mengemukakan lima fungsi manajemen, mencakup, planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), staffing (penentuan staf), directing (pengarahan). Dari pengertian tersebut tersirat bahwa manajemen terdapat distribusi konstruksi manajemen sehingga bisa berjalan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Dalam manajemen sekolah, Unsur-unsur yang ada dalam manajemen adalah sebagai berikut

1.      Manajemen kurikulum

Kurikulum berasal dari bahasa Romawi, dari kata curriculum (bentuk tunggal) dan curricula (bentuk jamak) yang berarti lapangan perlombaan (Notoatmodjo,1998:46). Manajemen Sekolah tahapan dalam manajemen kurikulum suatu sekolah dilakukan melalui empat tahap: (a) perencanaan, (b) pengorganisasian dan koordinasi, (c) pelaksanaan, dan (d) pengendalian. Keempat tahap ini sangat penting dalam manajemen kurikulum di sekolah.

2.      Manajemen Kesiswaan

Manajemen kesiswaan bertujuan untuk mengatur berbagai kegiatan dalam bidang kesiswaan agar kegiatan pembelajaran di sekolah dapat berjalan lancar, tertib, teratur, serta mencapai tujuan pendidikan sekolah

3.      Manajemen Personalia

Terdapat empat prinsip dasar manajemen personalia yaitu: (a) dalam mengembangkan sekolah, sumber daya manusia adalah komponen paling berharga, (b) sumber daya manusia akan berperan secara optimal jika dikelola dengan baik, sehingga mendukung tujuan institusional, (c) kultur dan suasana organisasi di sekolah, serta perilaku manajerial sekolah sangat berpengaruh terhadap pencapaian tujuan pengembangan sekolah, dan (d) manajemen personalia di sekolah pada prinsipnya mengupayakan agar setiap warga dapat bekerja sama dan saling mendukung untuk mencapai tujuan sekolah.

4.      Manajemen Keuangan

Inti dari manajemen keuangan adalah pencapaian efisiensi dan efektivitas dalam mengelola keuangan. Oleh karena itu, disamping mengupayakan ketersediaan dana yang memadai untuk kebutuhan pembangunan maupun kegiatan rutin operasional di sekolah, juga perlu diperhatikan faktor akuntabilitas dan transparansi setiap penggunaan keuangan baik yang bersumber pemerintah, masyarakat dan sumbersumber lainnya. Sumber keuangan sekolah secara garis besar dikelompokan menjadi tiga, yaitu sumber dari pemerintah, orang tua peserta didik dan masyarakat.Sumber dari pemerintah bisa pemerintah pusat, daerah atau kedua- duanya. Sumber dari masyarakat bisa mengikat juga bisa tidak mengikat ( H.E. Mulyasa,2012:48)

5.      Manajemen Perawatan Preventif Sarana dan Prasana Sekolah

Manajemen perawatan preventif sarana dan prasana sekolah merupakan tindakan yang dilakukan secara periodik dan terencana untuk merawat fasilitas fisik, seperti gedung, mebeler, dan peralatan sekolah lainnya, dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja, memperpanjang usia pakai, menurunkan biaya perbaikan dan menetapkan biaya efektif perawatan sarana dan prasarana sekolah.

6.      Manajemen Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat

Sekolah merupakan bagian dari sosial masyarakat. Adapun tujuan manajemen hubungan sekolah dan masyarakat adalah: (1) memajukan kualitas pembelajaran dan pertumbuhan anak, (2) memperkokoh tujuan serta meningkatkan kualitas hidup dan penghidupan masyarakat, (3) menggairahkan masyarakat untuk menjalin hubungan dengan sekolah.

7.      Manajemen Layanan Khusus

Yang termasuk kedalam manajemen layanan khusus adalah manajemen perpustakaan, kesehatan dan keamanan sekolah. Perpustakaan yang lengkan akan menambah layanan kualitas sekolah. Kesehatan faktor yang penting dalam pengembangan sumber daya manusia, oleh karena itu sekolah harus mampu menyediakan layanan kesehatan seminal UKS (Usaha kesehatan Sekolah). Layanan keamanan juga sangat penting dalam manajemen sekolah. Sekolah yang aman mendukung proses belajar mengajar.

Manajeme Sekolah sebagai terjemahan dari School Management adalah suatu pendekatan politik yang bertujuan untuk merancang kembali pengelolaan sekolah dengan memberikan kekuasaan kepada Kepala Sekolah dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya perbaikan kinerja sekolah yang mencakup guru, siswa, kepala sekolah dan meningkatkan partisipasi masyarakat. Manajemen Sekolah merubah sistem pengambilan keputusan dan manajemen ke setiap pihak yang berkepentingan di tingkat lokal (local stakeholders).

Pakar menyatakan, “Manajemen Sekolah merupakan suatu bentuk upaya pemberdayaan sekolah dan lingkungannya untuk mewujudkan sekolah yang mandiri dan efektif melalui optimalisasi peran dan fungsi sekolah sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan bersama. Diarahkan pada peningkatan kualitas pembelajaran, dengan mendayagunakan segala sumber yang ada dilingkungan sekolah

Manajemen Sekolah, Proses, dalam arti serangkaian kegiatan yang diupayakan kepala sekolah bagi kepentingan sekolahnya. Segala proses pendayagunaan semua komponen, baik komponen manusia maupun non manusia, yang dimiliki sekolah dalam rangka mencapai tujuan secara efisien Tujuan manajemen sekolah: guna membantu pencapaian visi, misi, tujuan tahunan dan program-program sekolah.

Manajemen Sekolah memberikan kebebasan dan kekuasaan yang besar pada sekolah, disertai seperangkat tanggung jawab. Dengan adanya otonomi yang memberikan tanggung jawab pengelolaan sumber daya dan pengembangan strategi. Manajemen Sekolah sesuai dengan kondisi setempat, sekolah dapat lebih meningkatkan kesejahteraan guru sehingga dapat lebih berkonsentrasi pada tugas. Keleluasaan dalam mengelola sumber daya dan dalam menyertakan masyarakat untuk berpartisipasi, mendorong profesionalisme kepala sekolah, dalam peranannya sebagai manajer maupun pemimpin sekolah. Dengan diberikannya kesempatan kepada sekolah untuk menyusun kurikulum, guru didorong untuk berinovasi, dengan melakukan eksperimentasi-eksperimentasi di lingkungan sekolahnya. Manajemen Sekolah mendorong profesionalisme guru dan kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan di sekolah. Melalui penyusunan kurikulum elektif, rasa tanggap sekolah terhadap kebutuhan setempat meningkat dan menjamin layanan pendidikan sesuai dengan tuntutan peserta didik dan masyarakat sekolah.

Manajemen Sekolah menekankan keterlibatan maksimal berbagai pihak, seperti pada sekolah-sekolah swasta, sehingga menjamin partisipasi staf, orang tua, peserta didik, dan masyarakat yang lebih luas dalam perumusan-perumusan keputusan tentang pendidikan. Kesempatan berpartisipasi tersebut dapat meningkatkan komitmen mereka terhadap sekolah. Selanjutnya, aspek-aspek tersebut pada akhirnya akan mendukung efektivitas dalam pencapaian tujuan sekolah. Adanya kontrol dari masyarakat dan monitoring dari pemerintah, pengelolaan sekolah menjadi lebih akuntabel, transparan, egaliter dan demokratis, serta menghapuskan monopoli dalam pendidikan.

Teori yang digunakan Manajemen Sekolah untuk mengelola sekolah didasarkan pada empat prinsip, yaitu prinsip ekuifinalitas, prinsip desentralisasi, prinsip sistem pengelolaan mandiri, dan prinsip inisiatif sumber daya manusia.

a.       Prinsip Ekuifinalitas (Principle of Equifinality)

b.      Prinsip Desentralisasi (Principle of Decentralization)

c.       Prinsip Sistem Pengelolaan Mandiri (Principle of Self-Managing System)

d.      Prinsip Inisiatif Manusia (Principle of Human Initiative)

Perubahan pola manajemen dari pendekatan sentralisasi ke desentralisasi bukan urusan struktural semata, melainkan yang lebih utama adalah berkaitan dengan masalah mental aparat pelaksana. Mengubah struktur adalah perbuatan mudah, karena struktur organisasi itu statis sifatnya. Suatu hal yang mudah pula bagi pakar dan praktisi untuk membuat uraian tugas bagi orang-orang yang akan duduk pada masingmasing struktur organisasi. Uraian tugas atau deskripsi pekerjaan itu merupakan acuan utama bagi pengemban tugas pada unit struktur untuk menjalankan tugas pokok dan fungsinya.

Suatu realitas bahwa struktur dan mekanisme kerja keorganisasian akan berubah sejalan dengan kebijakan desentralisasi. Persoalannya terletak pada sejauh mana perubahan pola manajemen itu mampu mengubah sikap mental aparat pelaksana atau birokrat pendidikan. Apa yang direformasi bukan semata-mata strukturnya, melainkan yang lebih penting adalah dimensi mental pelakunya. Tugas-tugas reformatif apa yang perlu dilakukan pada tingkat struktural dan sekolah menuju otonomi manajemen sekolah? Jawaban atas pertanyaan ini merupakan persyaratan eksistensial implementasi Manajemen Sekolah.

Di Amerika Serikat, karakteristik baru ditemukan pada era reformasi pendidikan “generasi keempat”. Menurut Bailey yang dikutip oleh Sudarwan Danim, berdasarkan gerakan reformasi “generasi keempat” ini tersimpullah kerakateristik ideal manajemen berbasis sekolah dan karakteristik ideal sekolah untuk abad ke-21 (school for the twenty-first characteristics).

Dalam perspektif persekolahan, agar tujuan pendidikan di sekolah dapat tercapai secara efektif dan efisien, maka proses manajemen pendidikan memiliki peranan yang amat vital. Karena bagaimana pun sekolah merupakan suatu sistem yang di dalamnya melibatkan berbagai komponen dan sejumlah kegiatan yang perlu dikelola secara baik dan tertib. Sekolah tanpa didukung proses manajemen yang baik, boleh jadi hanya akan menghasilkan kesemrawutan lajunya organisasi, yang pada gilirannya tujuan pendidikan pun tidak akan pernah tercapai secara semestinya. Dengan demikian, setiap kegiatan pendidikan di sekolah harus memiliki perencanaan yang jelas dan realisitis, pengorganisasian yang efektif dan efisien, pengerahan dan pemotivasian seluruh personil sekolah untuk selalu dapat meningkatkan kualitas kinerjanya, dan pengawasan secara berkelanjutan.


sumber bacaan: buku Manajemen Berbasis Sekolah

Penulis: Drs. Nukholis, M,M.

Komentar