Sistem Evaluasi pembelajaran (Laporan Bacaan) 2
Sistem Evaluasi Pembelajaran (Laporan Bacaan)
Assamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…
Bismillahirrahmanirrahim, Alhamdulillah kali ini saya masih diberikan kenikmatan untuk menuliskan lagi blog ini dengan tema yang berbeda kali ini, semoga bermanfaat (
Dalam kesempatan ini, saya akan memberikan hasil laporan saya mengenai “ Sistem Evaluasi” dalam memenuhi tugas mata kuliah magang 1, untuk bahan menjadi sumber bacaan saya yaitu “sistem evaluasi pembelajaran”.
Evaluasi dalam pendidikan terjadi proses belajar mengajar yang sistematis, yang terdiri dari banyak komponen. Masing-masing komponen pengajaran tidak bersifat terpisah atau berjalan sendiri-sendiri, tetapi harus berjalan secara teratur, saling bergantung dan berkesinambungan. Proses belajar mengajar pada dasarnya adalah interaksi yang terjadi antara guru dan siswa untuk mencapai tujuan pendidikan.
Dalam hakikat dari evaluasi yang mengisi di dalamnya berbagai aktivitas menanyakan eksepsi atas polla-pola pembelajaran yang telah berjalan. Dalam makna lain pula kuga dijelaskan bahwa evaluasi juga dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan suatu objek dengan menggunakan instrumen dan hasilnya dibandingkan dengan suatu tolak ukur untuk mempereloleh suatu kesimpulan. Berdasarkan kepada eksistensi evaluasi, sistem pembelajaran yang dijalankan akan menjadi semakin kontributif terhadap kebutuhan-kebutuhan desain pembelajaran yang dibangun.
Pada aspek pembidangnya, fungsi utama evaluasi bertujuan kepada telah suatu objek atau keadaan untuk mendapatkan informasi yang tepat sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. Penjelasan ini dinyatakan oleh Grondlund dan Linn yang menegesakan bahwa evaluasi pembelajaran adalah suatu proses mengumpulkan, meneganalisis dan menginterpretasi informasi secara sistematik untuk menetapkan sejauh mana kercapaian tujuan pembelajaran.
Berpijak kepada berbagai analisa yang telah mengemuka pada beberapa rumusan penjelasan di atas, tampak bahwa evaluasi pada dasarnya adalah usaha untuk melakukan pengukuran baik di tingkat perilaku ataupun intelegensi siswa untuk mengungkapkan perbedaan individual maupun kelompok. Dalam hal ini pula, Rusman menjelaskan bahwa hasil evaluasi dapat digunakan terutama untuk keperluan seleksi siswa, bimbingan pendidikan, dan perbandingan efektivitas antara dua atau lebih program/metode pendidikan. Secara deskriptif pula Rusman mengukuhkan bahwa objek evaluasi dititikberatkan pada hasil belajar terutama dalam aspek kognitif dan khususnya yang dapat diukur dengan alat evaluasi yang objektif dan dapat dibakukan. Jenis data yang dikumpulkan dalam evaluasi adalah data objektif khususnya skor hasil tes.
Yang saya tuliskan diatas adalah sedikit tentang latar belakang dalam artikel “sistem evaluasi pembelajaran yang saya baca”. Sekarang yang akan saya tuliskan dibawah ini ialah untuk mengetahui pembahasan landasan teoritis evaluasi pembelajaran
Dalam menganalisis tentang konsep evaluasi dalam dunia pembelajran secara akan dihadapkan kepada beberapa perspektif bangunan pemikieran yang diberikan oleh para ahli. Meskipun secara eksistensial paradigmatik probabilitas daari pemikiran tersebut beraneka ragam, namun tinjauan pemikiranya niscaya mengarah kepada kesatuan orientasi pemikiran demi tegaknya perumusan tentang kurikulum sendiri.
Beberapa ahli yang saya tuliskan ini juga menjelaskan tentang evaluasi
Menurut Rusman menegaskan bahwa terdapay empat rumus deskriptif yang bisa dijadikan pijakkan dalam rumusan evaluasi. Adapun keempat rumusan tersebut, pertama; measurement menunjuk kepada penekanan penting atas objektivitas dalam proses evaluasi. Konsep ini perlu dijadikan landasan yang terus-menerus dalam rangka mengembangkan konsep dan sistem evaluasi kurikulum. Dan juga pendekatan yang digunakan oleh konsep ini masih sangat besar pengaruhnya dan dirakan faedahnya dalam berbagai kegiatab pendidikan, seperti penelitian pendidikan.
Rumusan kedua ditawarkan rusman cogruence, untuk melihat sejauh mana perubahan hasil belajar pendidikan telah terjadi. Objel evaluasi dititk beratkan pada hasil belajar dalam bentuk kognitif, psikomototik maupun nilai dan sikap. Jenis data yang dikumpulkan adalah data objektif khususnya skor hasil tes. Pengembangan dalam konsep congruence ini menjadi data penghubung antara kegiatan evaluasi dengan tujuan pendidikan untuk mengkaji efektivitas kurikulum yang sedang dikembangkan. Dengan kata lain, konsep congruence ini telah memperlihatkan adanya “high degree of integration with the instructional process”.
Konsep ketiga dari evaluasi yang dikemukakan oleh Rusman adalah illumination. Konsep ini secara utuh disampaikan sebagai reaksi terhadap konsep measurement dan congruence yang bersifat ‘terminal’ seperti telah disinggung dalam bagian sebelumnya. Konsep illumination menekankan pentingnya dilakukan evaluasi yang berkelanjutan selama proses pelaksanaan kurikulum sedang berlangsung. Gagasan yang terkandung di dalam konsep ini memang penting dan menunjang proses penyempurnaan kurikulum karena pihak pengembang kurikulum akan memperoleh informasi yang cukup terintegrasi sebagai dasar untuk mengoreksi dan penyempurnaan kurikulum yang sedang dikembangkan.
Pada bagian keempat Rusman menjelaskan bahwa bagian dari evaluasi adalah educational sistem evaluation.evaluasi Pada dasarnya adalah perbandingan antara performance setiap dimensi program dak kriteria yang akan berakhir dengan suatu deskripsi dan jugement. Obek evaluasi mencakup input (bahan, rencana, peralatan).
Membaca beberapa deskripsi di atas tampak bahwa evaluasi merupakan bagian dari sistem manajemen, yaitu perencanaan, organisasi, pelaksanaan, dan evaluasi. Kurikulum juga dirancang dari tahap perencanaan, organisasi, kemudian pelaksanaan dan akhirnya monitoring dan evaluasi. Secara terperinci pula penjelasan tersebut menjelaskan bahwa evaluasi bertujuan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menyajikan data untuk bahan penentuan keputusan mengenai kurikulum apakah akan direvisi atau diganti.
Banyak catatan secara niscaya diberikan oleh para ahli mengamati eksistensi perwujudan pendidikan dengan komposisi pembelajaran yang diterapkan di tengah-tengah mereka. Hal ini sepenuhnya dapat disandarkan kepada perspektif antropologis bahwa pendidikan merupakan gejala budaya. Untuk itulah, mengamati hal ini menurut para antropolog dijelaskan bahwa pendidikan dapat dimaknai setiap sistem budaya atau instruksi intelektual yang formal atau semi formal. Pendidikan adalah ciri masyarakat manusia yang universal. Walaupun sebagai universalitas kebudayaan, sifat spesifiknya sangat berbeda anatara masyarakat yang satu dan masyarakat yang lainya.
Dalam hal ini saya menuliskan , Perencanaan dalam Dunia Pendidikan
Rumusan tentang evaluasi pendidikan mustahil dihindarkan dari bahwa dalam perkembangannya, perencanaan pendidikan telah mewujud sebagai disiplin ilmu atau menjadi cabang ilmu pengetahuan yang baru. Jika dipandang dari sudut ideologi, maka perencanaan pendidikan itu adalah berbeda-beda, dan jika dipandang dari sudut metodologi, maka perencanaan pendidikan bersifat fleksibel yaitu dapat disesuaikan dengan sistem sosial dan taraf perkembangan yang berbeda-beda dari berbagai masyarakat yang ada. Konsep-konsep dan prinsip-prinsip perencanaan pendidikan bersifat universal dan applicable untuk setiap masyarakat. Fakta ini menjadi suatu asas utama untuk memberikan penjabaran bahwa hakikat evaluatif dalam pendidikan akan bersinergi logis terhadap terhadap formulasi-formulasi perencanaan pendidikan yang akan ditawarkan.
Perencanaan dan evaluasi dalam dunia pendidikan kenyataan keduanya berkorelasi kuat terhadap pertumbuhan pendidikan itu sendiri. Dalam pertumbuhannya dapat disadari bahwa pendidikan merupakan suatu investasi pembangunan sumber daya manusia yang sangat diperlukan dalam pembangunan sosial dan ekonomi suatu masyarakat dan suatu bangsa. Pendidikan dewasa ini diselenggarakan semakin demokratis, semakin merata dan terbuka bagi setiap orang. Selain itu, pendidikan juga semakin bervariasi dalam tujuan, fungsi, isi, dan metodenya; semakin bervariasi dalam program, bidang studi, dan stratanya; semakin spesifik dalam komponen pendidikan yang bersifat umum dan semakin kaya dalam komponen vokasionalnya; serta semakin bervariasi dalam aspek profesional dalam sistem manajemennya serta memerlukan berbagai keahlian yang bersifat interdisipliner dalam memecahkan masalahnya.13 Sistem pendidikan telah dipandang sebagai suatu fungsi yang melekat pada kehidupan manusia.
Dalam kaitan ini, Matin mengutip Amidjaya dari Endang Sunarya menjelaskan bahwa sistem pendidikan merupakan salah satu lembaga sosial tertua yang selalu mengalami berbagai dampak perubahan yang terjadi di dalam masyarakat. Pendapat ini dipertegas juga oleh Matin dari Hassan dalam Endang Sunarya bahwa sejarah peradaban menunjukkan betapa perubahan dari suatu kondisi lama ke kondisi baru terus terjadi sebagai suatu proses yang sangat menyadarkan manusia, dan bahwa realitas masa kini merupakan landasan untuk masa depan.
Dalam artikel tentang sistem evaluasi pembelajaran, juga terdapat visi pendidikan sebagaimana saya tulskan juga dalam blog ini
Menjelaskan tentang visi pendidikan sebagai eksepsi terhadap peneguhan mutu pendidikan Moch. Idochi Anwar menegaskan dalam karya yang dikutipnya dari Salusu dengan bacaan terhadap karya Helgeson bahwa visi adalah penjelasan mengenai rupa yang seharusnya dari suatu organisasi kalau ia berjalan dengan baik.
Pada bagian definisi lain Moch. Idochi Anwar menyatakan bahwa visi atau wawasan adalah suatu pandangan yang merupakan kristalisasi dan intisari dari suatu kemampuan (competence), kebolehan (ability), dan kebiasaan (self efficacy) dalam melihat, menganalisis, dan menafsirkan.
Definisi ini dikukuhkan oleh Moh. Idochi Anwar dengan kesesuaiannya terhadap penjelasan Sanusi yang menjelaskan bahwa visi atau wawasan adalah penglihatan yang mendalam, mengandung pengetahuan (kognitif), kecintaan (afektif), dan kepedulian terhadap profesi serta kemampuan (konatif). Untuk selanjutnya, bahasan tentang visi dalam pendidikan patutlah kiranya menyinambungkan keadaannya dengan perspektif pendidikan dibangun.
Nanang Martono menjelaskan bahwa perspektif ibarat jendela dalam sebuah rumah. Melalui jendela setiap pribadi dapat melihat objek yang berada di luar rumah. Pemandangan dari satu jendela ke jendela yang lain akan menghasilkan tampilan yang berbeda. Bersandar kepada kenyataan inilah Durkheim dalam Nanang Martono melihat bahwa fungsi utama pendidikan adalah mentransmisikan nilainilai dan norma-norma dalam masyarakat.
Durkheim dalam Nanang Martono berargumen bahwa; Society can survive only if there exists among members a sufficient degree of homogeneity; education perpectuates and reinforces this homogeneity by fixing in the child from the beginning the essential similarities which collective life demands.16 Secara hakiki, beberapa pemikiran pendidikan yang disampaikan oleh Durkheim sepenuhnya mengarah kepada pentingnya menghadirkan prinsip-prinsip moralitas dalam visi pendidikan. Dalam ketegasan pemikiran pendidikannya Durkheim menjelaskan bahwa pendidik yang akan melakukan rasionalisasi pendidikan tetapi tidak bias memperkirakan arah pengembangan sentimen baru tidak siap menghadapi perkembangan kepribadian siswa dalam pendidikan. Untuk itulah, ketidakmampuan pendidik mengarahkan semua realitas tersebut akan menjadikan dirinya gagal dalam tugas pendidikan yang dilakukan.
Rumusan tentang visi pendidikan secara nyata mengisyarat kepada perlunya meneguhkan tujuan dari pendidikan itu sendiri. Tujuan pendidikan harus diarahkan untuk menjelaskan kaitan masa kini dengan masa depan bersandar kepada norma yang dikehendaki atau yang diinginkan dalam pendidikan. Hal ini pula berkorelasi positif terhadap rumusan dan filosofi yang dibangun oleh setiap pribadi tentang hakikat manusia. Pemahaman akan kenyataan ini secara nyata akan menentukan materi yang tepat untuk kegiatan pendidikan.
Evaluasi memliki fungsi dan tujuan utama dalam pembelajaran yaitu untuk mendapatkan ifnormasi sebagai pengambilan sebuah keputusan
Sekian dari hasil laopran bacaan saya untuk tugas dengam mata kuliah magang 1 pertemuan kedua
Jika terdapat kesalahan teks atau bacaan mohon dimaklumi. Terima kasih
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sumber: Jurnal sistem evaluasi pembelajaran
Penulis : Mas’udi dosen jurusan Tarbiyah STAIN Kudus

Komentar
Posting Komentar